Education,  Events,  Lifestyle,  Parenting

Merencanakan Pendidikan Anak Demi Generasi yang Lebih Baik

Bicara soal pendidikan kita semua pasti setuju jika pendidikan merupakan hal penting dalam kehidupan, salah satu pilar utama dalam mengembangkan kemampuan sumber daya manusia. Begitupun bagi saya dan suami yang saat ini sudah dikaruniai dua orang anak. Kami juga concern untuk menyiapkan pendidikan mereka. Tentu saja bangku pendidikan pertama mereka adalah di rumah, dari kami sebagai orangtua. Beruntungnya di era digital saat ini, kita para orangtua bisa lebih mudah mendapatkan banyak informasi terkait dunia pendidikan anak.

Semenjak Arfa masuk TK, kami mulai belajar mengatur keuangan keluarga, menempatkan dana di masing-masing ‘pos’ (walaupun sering keluar track alias over budget, kan masih belajar hehehe). Awalnya dana pendidikan belum masuk ke dalam list yang harus kami pisahkan. Namun beberapa bulan kemarin saat saya sakit dan biaya pengobatan tidak bisa di cover oleh asuransi, kami mulai panic karena harus mengambil dana cadangan dari keperluan lain. Sejak saat itu kami sadar kalau kami harus menyediakan anggaran khusus  untuk keperluan tak terduga diluar tabungan. Begitupun dengan dana pendidikan yang tenyata harus dipersiapkan sejak awal bahkan sebelum anak lahir. Dulu sih santai banget kalau ditanya nanti Arfa mau sekolah negeri atau swasta? Atau ada pertanyaan lain Arfa sudah punya tabungan pendidikan sendiri?..saya dan suami santai saja, toh anak kami masih kecil. Tapi kami dibuat melek plus shock pas kemarin lihat biaya masuk SD di sekolah swasta incaran kami, W.O.W kok ya harganya udah naik drastis aja. Perasaan baru 2 tahun lalu saya nanya uang masuknya sama kakak ipar.  Yup biaya pendidikan tiap tahunnya PASTI naik, tidak bisa diprediksi secara pasti dan tidak bisa ditunda untuk dikeluarkan. Mulai sekarang harus banget buat ‘pos’ baru yang isinya ditujukan untuk biaya pendidikan MAZ nanti. Jangan sampai kita mengorbankan prioritas-prioritas lain demi satu anggaran yang harusnya sudah dipersiapkan tersendiri. Pendidikan anak menjadi tanggung jawab orang tua, sekali lagi kami sedang belajar untuk mempersiapkan hal tersebut terlebih dalam urusan Finansial. Entah kelak mereka ingin menjadi apa, guru, wiraswastakah, arsitek atau apapun yang mereka inginkan, semoga kami sudah siap untuk mendukung mereka menggapai cita-citanya. Nah sebagai orangtua kami juga membutuhkan dukungan informasi secara komprehensif mengenai KEBUTUHAN pendidikan anak, kira-kira apa saja ya…

Minggu, 22 Oktober 2017 kemarin saya dan teman-teman blogger berkesempatan untuk mengunjungi SunLife EduFair 2017, acara yang berlangsung di mall Kota Kasablanka itu sudah berlangsung sejak tanggal 20 Oktober 2017 dan berakhir hari minggu lalu. Pameran edukatif tahunan dari SunLife ini merupakan wujud nyata kontribusi SunLife dalam mengedukasi kita para orangtua untuk mengetahui apa saja KEBUTUHAN pendidikan anak dan bagaimana KEUANGAN kita dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Pastinya dibutuhkan sebuah perencanaan yang matang untuk generasi yang #LebihBaik.

bright edu fair 2017

Acara yang berlangsung selama 3 hari tersebut sangat memberikan informasi dan pandangan baru akan pentingnya perencanaan keuangan untuk pendidikan anak. Kita juga bisa mendapatkan pencerahan dari pakar pendidikan dan para Finance expert Sunlife. Ada 20 sekolah formal terbaik dan 5 sekolah non formal yang ikut memeriahkan acara tersebut. Sekolah-sekolah tersebut berasal dari Jakarta dan sekitarnya. Setiap sekolah memberikan banyak informasi mengenai visi misi, program belajar , sarana prasarana serta performance dari murid-muridnya yang menjadi agenda Bright Talent. Agenda yang menjadi favorite saya karena bisa melihat bakat-bakat luar biasa dari mereka.

area mengembangkan bakat anak

BAKAT merupakan salah satu kebutuhan anak yang tidak bisa kita bentuk tapi dapat kita kembangkan dan salurkan. Kemampuan dasar yang telah melekat sejak anak dilahirkan. Kebutuhan akan dukungan untuk mengembangkan bakat mereka lah yang perlu kita perhatikan. Misalnya dengan membiarkan mereka bergabung bersama sekolah non formal yang focus pada bakat tertentu. Seperti 5 sekolah non formal yang terlibat pada acara SunLife EduFair kemarin, ada sekolah masak, music, seni, robotic, coding, fotografi, dan jurnalistik. Bakat akan tereksplor dan makin berkembang jika mereka diberikan pendidikan yang tepat. Program belajar juga akan sesuai dengan minat anak. Sekolah-sekolah yang terlibat menjadi referensi kita untuk mengembangkan potensi dan bakat anak.

Selain bright talent, SunLife menghadirkan beberapa talkshow menarik. Salah satunya yang saya simak hari minggu kemarin mengenai ‘Pola Asuh Anak di Era Digital’. Talkshow tersebut menghadirkan Pak Norman selaku perencana keuangan dari SunLife dan pasangan selebrity muda yaitu Ringgo Agus bersama istrinya Sabay. Pasangan selebriti ini memberikan inspirasi bagaimana peran dunia digital dalam menerapkan pola asuh untuk anak mereka #Bjorka.

Seperti kita ketahui Ringgo dan Sabay kerap membagi ‘pesan’ yang dikemas secara menarik dan lucu untuk Bjorka melalui akun media social mereka. Menurut mereka itu adalah salahsatu cara menyimpan memori perjalanan Bjorka, nantinya Bjorka dapat mengetahui bagaimana kisah masa kecilnya. Digitalisasi membuat kita lebih mudah untuk menyimpan memori dan melihatnya lagi dalam kurun waktu yang sangat lama dibanding kita menyimpan dalam perangkat elektronik seperti flashdisk atau memory hp. Namun dunia digital juga memberikan dampak negative jika kita tidak dapat memilih konten apa yang kita nikmati. Begitupun Ringgo Sabay yang sejauh ini masih ‘memilihkan’ konten positif untuk Bjorka, yak arena Bjorka juga masih kecil. Nah mengenai pendidikan Bjorka nanti, persiapan apa saja yang sudah mereka lakukan ya….

ringgo agus dan sabai memberikan pentingnya planning pendidikan anak

Bagi Ringgo memepersiapkan dana pendidikan itu penting tapi susah. Penting karena menyangkut masa depan anak, apalagi biaya pendidikan setiap tahunnya pasti meningkat. Butuh sebuah dana berkembang yang nantinya bisa dialokasikan untuk dana pendidikan anak. Namun Sulit untuk menyisihkan sebagian pendapatan untuk dana tersebut karena adanya pengeluaran-pengeluaran lain. Tapi kalau ditanya trus kerja untuk siapa, maka jawabnya pasti untuk sekolah anak, menyiapkan biaya sekolah SD SMP sampai Bjorka kuliah.

Dikesempatan yang sama Pak Norman menghimbau bahwa merencanakan pendidikan anak sudah benar dilakukan setiap orangtua namun tidak akan lengkap jika orangtua sebagai mesin uangnya tidak ikut ‘direncanakan’. Banyak yang tidak seimbang jika hanya menyiapkan dana pendidikan, orangtua juga perlu menyiapkan diri dengan perencanaan tersendiri agar tetap terus produktif dalam bekerja, mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Melalui SunLife EduFair 2017 ini, Sunlife juga meluncurkan Bright Education website yang membantu kita mendapatkan berbagai informasi diantaranya profil 25 sekolah di Jabodetabek. Selain itu portal bright education ini dilengkapi berbagai fitur Antara lain Fitur sekolah, Fitur perbandingan/komparasi, Fitur Kalkulator, dan Fitur Artikel. Kita bisa mengakses portal informasi ini dengan alamat BrightEdu

Saya jadi tidak sabar menanti SunLife Edufair tahun depan, akan banyak informasi dan pertunjukkan menarik lainnya. Semoga sedikit cerita dari saya bisa bermanfaat ya…Maju terus pendidikan Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *