Selamatkan Internet Indonesia, Jadilah Netizen Unggul

Hari gini siapa yang gak main internet? rasanya internet sudah menjadi kebutuhan setiap orang. Entah untuk cari resep masakan, ngeliat maps, email, baca berita, kepoin mak turah #ups atau sekedar berbagi kabar via media sosial. Bicara soal media sosial, sungguh banyak plus minusnya ya. Siapa sih yang gak punya akun sosial media? Minimal banget pasti punya satu ya, entah itu facebook, Instagram, twitter, path dan lain-lain. Saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia 132,7 JUTA*, Fantastis!! Gak heran mencapai angka segitu karena para toddler jaman sekarang saja sudah fasih buka youtube, gak heran juga kalau ada aki-aki sudah mahir berselancar di dunia maya hanya dengan suaranya alias pake Google voice. Semudah itu pula kita mendapatkan berbagai informasi. Sayangnya kemajuan dan perkembangan dunia digital dan teknologi memiliki dampak negatif seperti penyebaran hoax, adiksi online games, cyberbullying, cybercrime sampai human trafficking.

Masih menempel diingatan saya mengenai video sekelompok anak yang membully temannya atau deretan timeline facebook yang berisi berita hoax sekaligus fitnah. Itu semua jadi konsumsi publik, jadi viral, jadi tontonan semua orang termasuk anak-anak kita, generasi penerus.

Saya sangat bersyukur penggiat internet dan lembaga perlindungan anak berkolaborasi, kerja bareng untuk menyelamatkan dunia internet Indonesia. Melalui program Smart School online yang mendukung dan mengedukasi anak-anak kita agar menjadi para netizen unggul yang bijak dan cerdas dalam menggunakan internet.

Bersama SEJIWA, ICT Watch dan Ecpat Indonesia program bertajuk ‘AkuNetizenUnggul’ ini dimulai dengan pengembangan kapasitas literasi digital ‘Smart School Online’ di berbagai kota di Indonesia. Kegiatan ini sekaligus menjadi program dari ‘SiberKreasi’. SiberKreasi melalui akun instagramnya mengajak masyarakat menggunakan internet secara bijak dan positif. Gerakan nasional literasi digital ini merupakan program multi—stakeholders yang mengkampanyekan program-program positif terkait dunia digital.

Kita harus mampu menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memanfaatkan dan membuat konten postif. ICT Watch sendiri secara konsisten sudah menjalankan beberapa internet campaign sejak 2002 melalui program ‘Internet’ Sehat’. Mereka merilis sebuah kerangka literasi digital yang membuat kita mengerti dan sadar akan peran dan fungsi seharusnya dalam menggunakan Internet.

Dalam kerangka ini dijelaskan kesadaran akan pentingnya menjaga data personal dan privasi individu. Bijak dalam berbagi informasi, ada batasan dalam berbagi yang harus kita jaga. Meskipun kita membagi hal tersebut kepada teman, namun apapun yang sudah kita bagi, tulis dan komentari secara online, dapat menjadi permanen dan tersebar luas secara cepat. Selain itu, kita perlu sadar akan hak orang lain dalam berekspresi, berpendapat dan mengkritisi suatu hal. Tentunya dengan menghargai hak berkreasi setiap orang akan membuat pemberdayaan dalam berkarya menjadi lebih produktif.

Event ‘Smart School Online Kick Off” diawali dengan kegiatan ‘Mendengar Suara Anak’ yang diadakan pada tanggal 23 September 2017 bertempat di aula Kemkominfo. Selanjutnya acara puncak dari gerakan ini diselenggarakan pada tanggal 24 September 2017 di FX Sudirman. Beruntung saya bisa menyaksikan bagaimana anak-anak dari beberapa sekolah berkreasi dan aktif dalam gerakan ini. Siapa kamu? ‘Aku Netizen Unggul’. Pesan-pesan positif dalam menggunakan internet tersampaikan dengan sangat menyenangkan. Berbagai perlombaan, aksi panggung yang meriah dari kak Ferry, aneka performance ditambah pembagian hadiah doorprize yang menjadi agenda acara puncak.

Kak Yossi Project Pop turut hadir dalam mendukung program ini, dia membagi pesannya kepada adik-adik agar menjadi Netizen Unggul yang bisa memanfaatkan internet secara positif. Hal pertama yang kamu harus lakukan untuk menjadi Netizen unggul adalah be a positif person. Bagikan konten-konten positif dan pastinya cek dulu ya sebelum posting. Kedua, kamu harus kreatif, tunjukkan bakat dan kreatifitas kamu secara benar. Tetap ada aturan dan batasan dalam berkreasi apalagi secara online. Terakhir adalah produktif, terus ciptakan dan hasilkan konten – konten positif yang bisa bermanfaat untuk semua.

Selain kak Yossi hadir juga Bapak Samuel Abrijani, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kemkominfo yang menyampaikan ‘’Internet baru bisa bermanfaat jika kita semua sebagai penggunanya dapat turut berpartisipasi dalam menjaga internet agar tetap positif’’. Jadilah pengguna teknologi yang bertanggung jawab, kita concern konten apa yang kita bagikan secara online. Selalu berhati-hati saat terhubung dengan internet, tidak asal klik sana sini atau share share dan share tanpa memvalidasi terlebih dahulu.

Sebagai orang tua dari anak-anak yang nantinya akan menjadi pengguna internet, program ini menjadi sekolah saya untuk mengetahui cara melindungi anak-anak dari sisi negatif internet dan upaya untuk membuat mereka menjadi para netizen unggul. Berikut ilmu baru yang saya dapatkan, rasanya saya harus mulai menerapkan hal ini sejak dini kepada mereka.

  • Masuk ke dunia online mereka dan jadilah sahabat mereka

Pastikan kita menjadi ‘teman’ mereka yang asik diajak cerita, entah itu di dunia nyata atau online. Kita harus masuk ke dalam list pertemanan mereka, menjadi followers mereka di setiap akun sosmednya. Jangan sampai kalah update sama anak nih. Dengan masuk ke dunia online mereka, kita jadi tau siapa saja yang mereka jadikan teman, apa saya yang mereka lakukan di dunia online, konten seperti apa yang mereka bagikan, dan kita mengenal secara dalam seperti apa taman bermain mereka. Selayaknya seorang sahabat, kita berusaha membuat mereka nyaman bercerita kepada kita, kita menjadi satu-satunya orang pertama yang mereka cari jika ingin bercerita atau share something. Perlu ilmu banget kayaknya untuk hal yang satu itu. Menahan rasa kesal, marah dan emosi negatif biar mereka bisa nyaman dan tidak takut dalam bercerita. Kalau saya suka kepoin history browser atau history logs, entah di mobile atau laptop. Namanya kepo jangan sampai ketauan kalau kita memantau situs-situs apa saja yang mereka akses, games apa saja yang mereka mainkan dan link-link apa saya yang sempat mereka akses.

  • Buat Aturan dan Amankan dunia online mereka

Ini kayaknya keharusan buat para orangtua. Teknologi kayak internet, gadget dan games online sulit dijauhi dari generasi sekarang. Mereka sudah melek duluan, entah melihat ibu-bapak-teman-sepupunya lah atau dari media lainnya. Aturan sepertinya jadi persyaratan mutlak ketika anak akan mengakses internet. Kita harus membuat aturan tentang berapa lama anak boleh pegang gadget/online, hari apa saja dan akses kemana saja yang diperbolehkan. Jangan sampai teknologi yang ada mengendalikan mereka, kita sama-sama belajar membuat teknologi dapat digunakan sesuai fungsinya. Terapkan aturan tersebut dengan cara yang menyenangkan, jadi anak tidak menganggap kita seorang yang penuh aturan. Contohnya buat stiker-stiker lucu tentang aturan tersebut, tempel di laptop atau di computer mereka. Jangan lupa, hal pertama adalah komunikasikan aturan tersebut kepada mereka, kenapa sih aturan itu perlu dilakukan atau alasan dibalik aturan itu dibuat.

Sekarang para orangtua sudah dimudahkan dengan berbagai macam aplikasi control yang berfungsi untuk mengendalikan dunia online anak. Contohnya parental control yang bisa di install secara GRATIS untuk mengetahui history logs anak, dan banyak aplikasi lainnya. Jika diperlukan kita bisa bekerja sama dengan penyedia layanan internet (ISP) untuk membatasi pengasksesan anak-anak dalam menggunakan internet. Selain itu, jangan abaikan lokasi anak berselancar di dunia online. Pastikan mereka berada di bawah pengawasan kita. Hadapkan computer mereka kearah yang mudah terlihat dan jika mereka bermain di tempat umum, pastikan privacy control terhadap data personal di gadget/smartphone sudah aman. Blokir situs-situs yang tidak layak mereka akses.

  • Maksimalkan Browser

Jika kita pengguna Internet Explorer, program Content Advisor bisa kita gunakan untuk memfilter word dan situs. Program content advisor bisa kita jumpai di tools >internet Option>Content. Ia akan menyaring Bahasa, seks dan kekerasan yang ada di internet.

Semoga kita bisa turut aktif dalam menyelamatkan dunia internet Indonesia. Kita bisa mulai dari diri sendiri untuk SARING sebelum SHARING, THINKING sebelum POSTING dan menggunakannya secara bijak, sehat dan cerdas. Selamatkan dunia internet kita agar generasi penerus kita bisa menikmati konten-konten yang positif. Siapa kamu? ‘’AKUNETIZENUNGGUL’’

5 Comments

Leave a Reply