ASI vs Mompreneur

Tiap weekend itu saya selalu pengen punya kegiatan bermanfaat atau produktif diluar rumah, selain mengurus rumah dan anak, istilah jaman sekarangnya tuh Me Timenya Mamak. Weekend jadi waktu yang tepat untuk ‘belajar’ di luar, menghadiri sebuah event atau sekedar day out. Suami sangat mendukung kegiatan saya di dunia blogging, salah satunya menghadiri undangan atau event. I’m so blessed karena dia sangat mengerti bagaimana seorang ibu sekaligus istri  butuh wadah untuk mengembangkan diri, menyalurkan hobi, menggali ilmu hingga sekedar chit chat sama teman-teman. Apalagi kalau kegiatan itu bisa memberikan pundi-pundi rupiah..wah suami makin mendukung dan siap sejenak menggantikan peran dalam menjaga anak-anak. Sifat pengertiannya yang luar biasa seperti GIFT buat saya atas keputusan saya resign bekerja dan fokus mengurus rumah. Kali ini saya mau cerita tentang keseruan acara Arisan ORAMI yang kelima. Asliii ini super latepost banget, ketumpuk didraft sampai berbulan-bulan, ohhhh x.x semoga tidak terulang kembali yess

Arisan Orami ini adalah kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh ORAMI, sebuah E-Commerce yang menyediakan ribuan produk kebutuhan rumah. Saya mendapatkan free invitationnya dari ISB (Indonesian Sosial Bloggers). Wah terima kasih ISB sudah memberikan invitation ini secara free. Acara ini berlangsung di FX Sudirman, 16 Desember 2017 lalu. Arisan kelima ini mengangkat tema yang sangat menarik dan bermanfaat pastinya ‘’ASI VS MOMPRENEUR’’ dengan pembicara yang ahli di dunia perASIan yaitu dr. Ameetha Drupadi. Acara tersebut makin seru dengan sharing moment dari para moms kece yang punya kesibukan luar biasa setiap harinya. Ada Mba Cynthia Tenggara (CEO & Co-Founder Berrykithcen), Astrid Hendrawati  (Chief Marketing Officer Remedi Indonesia) serta Kaditha Ayu (Selebriti) yang begitu bersemangat berbagi cerita pengalaman mereka dalam memberikan ASI Eksklusif.

Asi merupakan nutrisi terbaik bagi bayi, didalam Asi sudah mengandung semua zat dan komponen gizi yang bayi butuhkan. That’s why saya begitu keras kepala untuk terus memberikan Asi saat hamil anak ketiga, sayangnya kondisi kehamilan yang saat itu keluar flek, membuat saya stop memberikan ASI pada Arsyila. Padahal awalnya saya cukup yakin bisa terus ngASI sampai nanti melahirkan anak ketiga.

Saat ini banyak ibu-ibu modern yang katanya malas menyusui anaknya, hah???saya sih masih gak percaya. Masa sih kalau asinya keluar tapi sang ibu tidak mau memberikan asi. Beda halnya jika ASInya sama sekali tidak keluar sedangkan si ibu sudah melakukan berbagai cara untuk menstimulasi. Yup sekali lagi kita sesama buibu jangan saling ngejudge dan memberikan ‘label’ ibu sempurna atau label lainnya, seperti yang marak terjadi di sosial media. Saya yakin setiap ibu tentunya akan berjuang memberikan yang terbaik dari dirinya untuk sang buah hati.

Nah bagaimana seorang mompreneur tetap bisa memberikan Asi di tengah-tengah kesibukannya?

Dalam acara orami para narasumber menceritakan pengalaman mereka dalam mengASihi, ada yang sudah stok ASIP, pumping di sela-sela jam istirahat, ada juga yang konsumsi berbagai vitamin pelancar ASI, manage waktu kerja dan waktu untuk mengASIhi. Tapi yang paling penting dari semuanya adalah HAPPY. Bagaimana seorang mompreneur bisa mengelola perasaan dan rasa stressnya, karena seperti yang kita ketahui faktor yang paling mempengaruhi kelancaran ASI itu dari pikiran sang Ibu. keluar atau tidaknya ASI berawal dari bagaimana kondisi pikiran sang ibu.

Kondisi psikis sang ibu yang berpengaruh terhadap produksi ASI lah yang membuat para ibu butuh yang namanya me time. Butuh support dari orang terdekat, butuh yang namanya waktu untuk beristirahat dan merelaksasikan diri. Apalagi jika ditambah dengan adanya support system, seperti group wa, forum atau pertemanan sesama ibu-ibu yang saling sharing dan menguatkan. Ikhhh damainya jika kita bisa saling support each other. Bukan saling nyinyir di medsos atau saling menjatuhkan #ekhhh

Yuk semangat mengASIhi si kecil mom…

 

Leave a Reply