Anak Alergi Tetap Berprestasi, Ini Solusinya

‘’Data World Allergy Organization (WAO) 2011
menunjukkan bahwa angka prevalensi alergi mencapai
30-40 persen dari total populasi dunia’’

Alergi memang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi para orang tua termasuk saya. Apalagi anak pertama saya mengalami gangguan pernafasan yang disebabkan karena alergi. Mereka mewarisi alergi yang diturunkan dari saya dan suami. Sedih rasanya kenapa harus bakat alergi sih yang menurun kepada mereka. Indikasi alergi Arfa saya kenali saat ia berusia 10 bulan, ia beberapa kali sesak nafas sehingga harus diinhalasi. Awalnya sulit menemukan apa penyebab alerginya karena Arfa saya berikan ASI Ekslusif. Selain alerginya memang berasal dari faktor genetik, dokter juga menyarankan agar ruangan tidur kami tidak boleh terlalu sempit, selain itu tidak boleh banyak barang karena membuat debu mudah menumpuk. Alerginya juga bisa dipicu oleh debu atau tungau yang masuk ke saluran pernafasannya. Sejak saat itu kami mulai rutin untuk membersihkan area kamar tidur dengan vacum. Perasaan saya lega dan senang karena seiring bertambahnya usia Arfa, asma yang ia alami bisa berkurang bahkan sudah jarang kambuh.

Pengalaman Arfa yang mengalami alergi hingga asma mengajarkan saya banyak hal. Terutama mencari tau tentang Alergi. Belajar mengenal indikasi alergi dan penyebabnya. Untungnya era digital saat ini sangat mempermudah saya menemukan informasi lengkap tentang alergi, salah satunya situs Cek Alergi . Informasi yang tersedia disana sangat lengkap dan sangat membantu saya dalam menemukan cara mengatasi alergi yang terjadi pada Arfa.

ALERGI merupakan reaksi dari sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang masuk atau bersentuhan dengan tubuh. Alergi bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti genetik (bakat alergi yang diturunkan dari orangtuanya). makanan dan lingkungan.

Sebagai orangtua kita tentunya khawatir dan panik saat pertama kali anak menunjukan salah satu indikasi alergi, bingung apa yang harus kita lakukan. Berbekal pengalaman Arfa dulu, berikut ini hal yang perlu kita lakukan ketika anak mengalami alergi :

1. Self Healing

Mungkin bagi ibu baru seperti saya melihat anak sakit tentunya bisa memberikan kekhawatiran yang berlebihan. Bingung apa yang harus dilakukan saat itu. Namun kepanikan seperti itu justru akan membuat kita tidak bisa fokus mencari jalan keluar bahkan berdampak pada emotional si kecil moms. Hal pertama yang anak butuhkan adalah sebuah pelukan dan perasaan positif yang mampu memberikan ketenangan. Self healing banyak dilakukan para ibu jaman now untuk membiasakan diri agar relax dan tidak panik saat anaknya sakit. Bisa dengan tarik nafas panjang dan duduk sejenak dalam posisi santai.

2. Kenali Gejala Alergi

Alergi yang diderita anak pasti menunjukan gejala tertentu. Alergi menyebabkan gangguan di beberapa bagian utama seperti kulit, pernafasan dan pencernaan. Gejala-gejala yang ditimbulkan antara lain timbul kemerahan atau bengkak pada permukaan kulit, diare, batuk, sesak nafas, hingga hilang kesadaran. Namun baiknya jika kita tetap melakukan konsultasi kepada dokter untuk memastikan indikasi tersebut merupakan alergi atau gejala penyakit lainnya.

3. Cari Tau Pencetus Alergi

Faktor pencetus alergi biasa dikenal dengan Alergen. Seperti yang kita ketahui setiap orang memiliki alergen yang berbeda, nah alergen yang terjadi pada kebanyakan anak biasanya timbul dari debu, tungau, makanan (kacang-kacangan, makanan laut, telur, gandum, cokelat), bulu hewan, obat, hingga alergi terhadap protein susu sapi. Jika kita mengetahui pencetus alerginya maka kita akan lebih mudah menemukan cara mengatasi alergi tersebut.

4. Solusi Alergi

Alergi dapat diatasi dengan menghindari pencetus dari alergi tersebut. Namun apakah anak alergi jadi tidak bisa mendapatkan nutrisi yang justru terkandung dalam alergennya?
Misalnya saja alergi terhadap protein susu sapi, apakah anak dengan alergi tersebut jadi tidak bisa minum susu?

Dari sekian banyak pemicu alergi yang ada, protein susu sapi menjadi salah satu pencetus paling umum di dunia. Menurut pemaparan Prof. Dr. dr. Zakiudin Munasir, Sp.A(K) dalam rangka Morinaga Parenting Seminar 2018, beliau mengatakan bahwa kejadian terhadap alergi protein susu sapi mencapai 2 hingga 7.5% yang mana 0.5% terjadi pada Si Kecil yang masih mendapatkan ASI eksklusif.

Salah satu cara menurunkan resiko alergi adalah dengan memberikan ASI Eksklusif di awal kehidupan mereka. Para ibu juga disarankan untuk tidak menghindari makanan yang biasa jadi pencetus alergi saat hamil, selain itu tidak ada penundaan untuk mengenalkan bayi (diatas 6 bulan) dengan berbagai makanan. Lalu bagaimana dengan bayi yang tidak bisa mendapatkan ASI Eksklusif dan mengalami alergi protein susu atau anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan namun tidak bisa konsumsi susu karena alergi ya?

Saya banyak menemukan anak-anak yang tidak konsumsi susu lagi karena alergi padahal masih dalam usia pertumbuhan. Bagi saya susu menjadi pelengkap nutrisi karena tidak semua vitamin, mineral dan zat-zat penting bagi tubuh dapat diperoleh anak secara utuh melalui makanan yang kita olah. Apalagi anak seusia Arfa (4 tahun) yang sedang banyak aktivitas dan masih dalam proses pertumbuhan. Nah ternyata anak – anak yang alergi terhadap protein susu sapi masih bisa konsumsi susu loh moms, yaitu susu dengan protein terhidrolisat parsial (P-HP) atau susu yang mengandung soya/protein kedelai. Chilkid dan Chilschool Soya dari Morinaga menjadi solusi terbaik untuk mengatasi alergi protein susu pada anak, kenapa?

Chil Kid Soya Vanila www.duomaz.web.id
Chil School rasa Vanila – www.duomaz.web.id
  • Produk Unggulan Berdasarkan Hasil Reserach

Morinaga merupakan salah satu brand unggulan dan terpercaya dari Kalbe Nutritions. Sebuah perusahaan besar yang secara berkesinambungan terus memberikan banyak inovasi dan pengembangan. Produk yang dihasilkan pastinya melalui penelitian dengan Morinaga Research Centre Jepang. Jadi komposisi yang ada dalam Chilkid dan Chilschool Soya ini sudah teruji secara klinis.

    

Kerjasama yang terjalin sejak 1986 antara PT. Kalbe Nutritionals dan Morinaga Jepang sudah banyak menghasilkan banyak formula platinum. Nutrisi yang mendukung anak-anak Indonesia menjadi generasi Platinum dengan kecerdasan multitalenta, memiliki petahanan tubuh ganda dan pertumbuhan yang optimal. It’s complete packages.

  • Rekomendasi 9 dari 10 Ibu

Berbagi pengalaman antara sesama ibu menjadi solusi dan support system buat saya. Pengalaman mereka memberikan pencerahan dan input yang positif. Berdasarkan Survey Home Tester Club, 9 dari 10 ibu merasa puas dan merekomendasikan produk ChilKid Soya sebagai solusi terbaik alergi. Terbukti anak-anak yang alergi susu sapi tetap bisa mendapatkan nutrisi lengkap bagi tumbuh kembangnya dengan konsumsi Chilkid Soya. Ribuan pengalaman yang sama juga sudah dibagikan oleh para ibu melalui situs Cek Alergi . Anak yang #AlergiTetapBerprestasi karena mereka masih bisa mendapatkan nutrisi tepat nan lengkap melalui Chilkid Soya.

  • Moricare+

Melalui program Morinaga Allergy Solution, Morinaga memberikan sinergi nutrisi tepat bagi anak-anak yang alergi susu sapi. Program hasil pengembangan PT Kalbe Nutritionals bersama Morinaga Research Centre Jepang ini memberikan 3 keunggulan lainnya dari produk Chilkid dan Chilscholl Soya yang disebut dengan Moricare+ :

 

1. Terbukti menjadi solusi untuk mencegah alergi dan mengatasi alergi susu sapi.
2. Tersedia dalam berbagai range usia, mulai bayi yang baru lahir hingga usia 12 tahun.
3. Nutrisi yang mencakup Brain Care, Body Defense dan Body Growth (Moricare+)

 

Untuk mendukung Brain Care / kecerdasan multitalenta, produk Chilkid dan Chil school Soya sudah diperkaya berbagai zat penting seperti Kolin, DHA, AA, AL, AAL, dan zat besi untuk mendukung fungsi otak dan perkembangan sistem saraf, penglihatan. Dilengkapi juga dengan 16 asam amino dengan komposisi seimbang dan difortifikasi dengan L-Metionin, Sistein, dan Taurin yang berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak. Body Defense / Pertahanan tubuh ganda akan didapatkan anak dengan kombinasi Probiotik Bifidobacterium longum BB536 dan Bifidobacterium breve M-16V, serta Prebiotik FOS membantu meningkatkan populasi Bifidobacteria dalam saluran cerna, dan mendukung kesehatan saluran cerna. Ada zat Nukleotida juga untuk mendukung maturasi saluran cerna. Body Growth / Tumbuh kembang anak akan lebih optimal dengan komposisi Kalsium dan Vitamin D, kalsium merupakan salah satu komponen untuk membantu menjaga kepadatan tulang dan gigi. Sedangkan Vitamin D memiliki fungsi untuk menjaga pertumbuhan tubuh dengan membantu penyerapan kalsium, sehingga dapat diserap lebih baik oleh tubuh.

Wah lengkap sekali ya moms komposisi nutrisi yang terkandung dalam produk Morinaga Chilkid dan Chilschool Soya ini . Produk Morinaga ini menjadi solusi terbaik bagi anak-anak yang menderita alergi susu sapi. Moms juga bisa ikut berbagi pengalaman dalam memperkenalkan Chilkid atau Chilschool Soya ini kepada para mom lainnya.

 

www.duomaz.web.id
Faceboook Morinaga Platinum | Twitter Morinaga Platinum | Youtube : MorinagaPlatinum | Instagram Morinaga Platinum
28 Comments

Leave a Reply