Cara Mengatasi Ruam Popok

Tantangan berbeda saya rasakan dalam merawat kedua anak saya. Mereka memiliki riwayat alergi yang berbeda. Si sulung mengalami asma sedangkan adiknya mudah terkena gangguan kulit. Perawatan dan perhatian extra kini harus dilakukan terutama menjaga kesehatan kulit Arsyila yang masih sensitif. Seperti yang kita ketahui struktur kulit bayi dan fungsional lainnya juga belum sempurna seperti orang dewasa, jauh lebih tipis, sehingga perlu perawatan yang tepat untuk menjaga kulitnya terhindar dari berbagai iritasi dan ruam.

Bicara mengenai ruam, Arsyila sempat beberapa kali mengalami ruam di pantat dan lipatan sekitar alat kelamin. Kemerahan dan muncul bintik bintik seperti jerawat kecil, untungnya tidak terlalu parah. Biasanya saya hanya mengoleskan cream khusus ruam saja dan membiarkannya tanpa diapers beberapa jam. Awalnya saya mengira dia tidak cocok dengan merk diapers tertentu, namun ternyata ruam popok yang dialami Arsyila kemungkinan besar karena kondisi kulitnya yang lembab. Saya jadi lebih mengerti dan mendapatkan banyak pencerahan mengenai ruam popok pada bayi setelah mengikuti acara Cavilon Blogger Gathering hari Sabtu lalu, tepatnya tanggal 26 mei 2018. Terima kasih banyak untuk KEB (Kumpulan Emak-Emak Blogger) yang sudah memberikan kesempatan ini. Selain bisa bukber dengan para blogger kece, di acara ini saya juga mendapatkan ilmu baru langsung dari narasumber hebat yaitu Dr. dr. Rina, Sp.A(K) dan Dr. Sony.

Para narasumber

Menurut Dr. Rina, ruam popok ini menjadi masalah serius jika dibiarkan atau dianggap sepele. Tidak hanya pada bayi, kasus ruam popok juga dialami oleh beberapa pasien dewasa. Hal pertama yang perlu kita lakukan adalah membedakan antara iritasi dan ruam popok. Hal ini perlu dilakukan agar penanganan yang diberikan juga tepat.

Ruam Popok merupakan peradangan dan kemerahan pada kulit dengan atau tanpa terkikisnya lapisan kulit akibat paparan berulang / terus – menerus dari urin dan atau feses pada kulit di bagian perigenital ( dekat kelamin).

Ruam popok muncul di sekitar area kelamin dan bokong, ditandai dengan kemerahan, peradangan atau bintik merah kecil-kecil, sedangkan iritasi merupakan masalah kulit yang bisa muncul dimana saja dan disebakan udara terlalu lembab atau kulit yang bersentuhan langsung dengan bahan kimia. Penyebab utama timbulnya ruam popok ini adalah terlalu lama kulit terpapar urin atau feses bayi, sehingga kulit menjadi lembab. Penyebab lainnya bisa terjadi karena adanya perubahan bentuk makanan, infeksi bakteri, iritasi bahan kimia dan ketika bayi / anak mendapatkan terapi antibiotika

Cara Mencegah dan Mengatasi Ruam Popok

  1. Bersihkan

Kulit bayi yang masih sensitif sangat mudah mengalami iritasi dan ruam, sehingga dalam membersihkan area sekitar kelamin kita perlu menghindari sabun atau penggunaan tissue basah. Sebaiknya gunakan air hangat saja atau pembersih khusus yang memiliki pH balance.

  1. Lindungi

Setelah memastikan area kulit bayi bersih dan kering, kita bisa mengoleskan cream ruam popok lalu semprotkan Cavilon 3M sebagai barrier

  1. Pulihkan

Hal lain yang dapat kita lakukan untuk menjaga agar ruam popok tidak terjadi lagi adalah dengan menjaga kulit bayi agar tidak lembab. Hal ini bisa dilakukan dengan sering mengecek dan mengganti diapers sesering mungkin. Jaga kebersihan tangan pada saat mengganti popok.

Ibu saya sering memberikan saran agar beberapa jam membiarkan anak tanpa diapers terutama siang hari. Waktu newborn anak- anak tidak saya pakaikan diapers, tapi mereka menggunakan popok celana. Jadi ketika dia pipis atau pup akan langsung kelihatan, sehingga bisa langsung diganti. Namun hal itu hanya berlangsung beberapa bulan sih karena saya cukup kerepotan hehehe. Akhirnya saya menggunakan diapers yang berbentuk pad yang ditempel di atas popok celananya.

Keunggulan 3M™ Cavilon™ No Sting Barrier Film untuk mengatasi ruam popok

Ternyata 3M Cavilon spray ini merupakan proteksi untuk semua jenis iritasi dan ruam popok, proteksi kulit serbaguna. Informasi tambahan dari Dr. Sony jika Cavilon ini menjadi produk pilihan yang sering ia gunakan sebagai ‘bahan perekat’ dalam mengatasi berbagai permasalahan kulit.

3M Cavilon spray ini akan membentuk lapisan film yang berfungsi melindungi kulit dari paparan urin, feses atau cairan tubuh. Lapisan transparan yang dibentuknya akan melindungi kulit dari gesekan atau perekat lainnya. Jadi biasanya cream ruam yang kita oles pada bagian kulit bayi akan mudah hilang atau terangkat saat kita mengganti diapers, selain itu bisa hilang juga karena terkena cairan urin / feses bayi. Nah hal itu tidak akan terjadi jika kita semprotkan Cavilon spray ini setelah mengoles cream tersebut, yang terangkat adalah lapisan filmnya bukan sel-sel epidermis kulit.

Keunggulan lainnya dari 3M Cavilon ini adalah:

  • Formula uniknya membuat lapisan film pelindung dari cavilon ini bersifat elastis, membengkok mengikuti kontur tubuh tanpa retak.
  • Bebas alcohol dan tidak menyengat ketika diaplikasikan walaupun pada kondisi kulit yang rentan
  • Tahan lama, perlindungannya bertahan hingga 72 jam
  • Hemat dan efektif, satu botol ukuran 28 ml mampu menghasilkan 140 kali semprot dimana akan melindungi kulit selama 72 jam
  • Tidak mengganggu bantalan absorben
  • Tidak mengganggu penyembuhan luka atau kulit
  • Hipoalergenik, 100% bebas dari resiko alergi

3M Cavilon ini bisa dibeli di beberapa e-commerce dengan harga sekitar Rp. 180.000. Rasanya tidak sabar menunggu hadirnya produk inovatif lainnya dari PT. 3M Indonesia.

Love your baby, love your skin

35 Comments

Leave a Reply